Rob Hughes, salah satu kontributor tabloid bola, memprediksikan pertandingan ini merupakan pertandingan akbar yang sarat dengan atraksi skill individu tingkat tinggi. Tak jarang pula orang yang mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan final LC yang kepagian. Yah...siapa yang tidak kenal dengan “the big four” masing-masing klub. MU punya Ronaldo-Rooney-Tevez-Nani, sedang Barca memiliki Henry-Eto’o-Messi-Dinho. Walau Dinho sudah dipastikan absen sejak awal, tapi tetap saja pertemuan pertama antar the big-four sangat dinanti-nanti pecinta sepakbola.
Tapi, buat saya pribadi tingkat kemenarikan pertandingan ini masih berada jauh di bawah pertandingan leg kedua antara Liverpool dan Arsenal, atau, di tahun kemarin, antara Liverpool dan Barcelona di leg pertama.
Memang, baik Ronaldo, Messi, dan Xavi menunjukkan skill individu yang membuat kagum penonton. Tapi, pertandingan tadi kurang memiliki aura pertandingan yang mampu dikenang. Alasannya? Tak ada satu gol pun tercipta!!
Kasarnya begini. In a classic game like this, it doesn’t matter how good you play, in the end people wanted the goal. Whether it will take you to win the game, or, in a ridiculous kind of way in previous night, put you in a lot of pressure. And to me, no matter how tactical inferior Liverpool is (compared to Barca or Arsenal), they know how to score and satisfy their supporters!! (ha-ha...somehow I managed to make it all about liverpool).
Taktik kedua pelatihpun belum dapat saya menegerti.
Di satu sisi, SAF memasang Rooney, yang striker murni, di posisi sayap kanan. Ronaldo, yang gelandang tengah, di duetkan dengan Tevez. Entah karena Ronaldo sudah mencetak 7 gol di LC, atau SAF lebih percaya Ronaldo daripada Rooney, entahlah. Yang pasti taktik ini tak berhasil. Counter attack khas MU tidak terlihat membahayakan dan mudah diantisipasi oleh bek barca (halah...bahasa gw dah kayak komentator membosankan di koran-koran). Bahkan valdes pun jarang terlihat di kamera, alias jarang perlu melakukan penyelamatan-penyelamatan yang brilian. Ketidakhadiran Puyol juga jadi terasa tidak terlalu berpengaruh. Kredit saya berikan untuk Abidal, Iniesta dan Toure yang berhasil menguasai lini tengah.
Di sisi lain, Riijkard tidak memainkan Henry dari awal. Memang chemistry antara Henry dan Barcelona belum terjalin dengan baik, dan Henry masih banyak belajar di posisi barunya di Barca. Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa Henry sudah 18 kali bertemu MU dan (seharusnya) hapal gaya permainan MU. Kehadiran Henry di Barca hanya termanfaatkan di 20 menit terakhir, dan tidak cukup untuk membawa Barca menang.
Keputusan lain, yang buat saya mengesalkan, adalah Riijkard mengganti Messi di menit 61, saat pertandingan masih menyisakan l.k. 30 menit dan Barca sedang berada di puncak permainannya. Sepanjang 60 menit, messi, menjadi awal titik serang barca. Ia mengatur ritme serangan, dan menghasilkan tendangan-tendangan bebas (karena sering dilanggar). Ia mampu mempertahankan ball-possession di tangan Barca, dan yang pasti mampu menghibur penonton. I don’t know why Riijkard replaced Messi. Looks like being the world second best player doesn’t give him the privilege to play full time.
Kredit saya berikan untuk 4 bek MU. Mereka sangat rapih, disiplin dan jarang tertarik keluar. Dua bek sentral jarang melewati garis tengah lapangan dan selalu dekat-dekat dengan si kiper jangkung dari Belanda. Akibatnya mereka selalu bisa menurunkan tempo counter attack barca sambil menunggu dua bek sayap kembali ke posisi semula. Salut.
Overall....buat saya pertandingan ini rame tapi tidak mengesankan. Rame karena Messi sering menunjukkan aksi-aksi yang lagi-lagi membuat saya berkata “man...this kid is a symbol of perfection..” dan “brilliant pass!!”. Barca juga menunjukkan sepakbola indah dengan umpan-umpan pendek, cepat dan akurat. Tapi tetap saja tidak mengesankan... ga ada gol, ga ada drama, lack of passion...datar weh.
Komentar ga penting gw:
1. Ronaldo...ronaldo. Puas banget gw pas liat dia ga bisa nyetak gol dari titik penalti. Ketidakmampuan Ronaldo dan De Rossi (waktu Roma vs. MU) nyetak gol dari titik putih membuktikan bahwa Gerrard memang...err how can I say it..one hell of a captain. (again, all about liverpool).
2. Ronaldo...ronaldo. Lagi-lagi ada aksi teatrikal berlebihan. Sambil ngangkat-ngangkat tangan dan teriak-teriak segala pula! If you want to be an actor go to hollywood and stop playing football! Messi is way...way better than you. He doesn’t need to do that. All the reactions that comes from him is real, and far from teatrical.
3. Thank God Barcas supporters didn’t raise that white flag anymore. They should never do that in the first place. No matter what happen, always and always have faith in your team.
YNWA!
Posting Komentar